Menikmati minuman dari daun teh sudah menjadi keseharian bagi sebagian
orang. Apalagi dengan beragamnya jenis teh serta manfaat kesehatan dan
kebugaran yang dicari banyak orang membuat teh sangat populer. Namun,
minuman dari tanaman yang berasal dari Asia ini sebenarnya harus
diperlakukan dengan cara yang tepat agar khasiatnya tak hilang, apalagi
memunculkan efek negatif pada peminumnya.
Cara menyeduh teh yang benar adalah dengan takaran 1 cangkir dengan air
250 cc untuk 1 sendok teh daun teh. Namun jumlah daun teh ini bisa
ditambah sesuai selera. Kemudian, jangan menyeduh teh menggunakan air
mendidih atau bahkan merebus daun teh bersama air, karena dengan
demikian antioksidan dalam daun teh akan rusak jika berada di suhu 100
derajat celcius. Kalau merebus air, setelah itu tunggu dulu 15 menit
sampai temperatur turun ke 80-85 derajat celcius, lalu bisa diminum 3-4
menit kemudian.
Teh yang sudah diseduh harus dihabiskan dalam sekali minum saja,
jangan dibiarkan di meja atau kulkas untuk diminum kemudian. Semakin
lama , warna teh akan semakin menghitam akan teroksidasi. Demikian pula
jika mengkonsumsi teh yang siap minum (instan), sekali kemasannya dibuka
maka harus dihabiskan dalam sekali konsumsi. Jika ingin minum teh sore
hari selain pagi, maka seduhlah kembali daun teh yang baru. Wadah yang
paling mana untuk menyeduh teh adalah dari bahan kaca atau stainless steel.
Cara lain untuk membuat teh, adalah dengan cara cold brewing. Daun teh dimasukkan ke dalam poci sekali tuang, bahan stainless steel,
atau wadah yang tidak transparan. Tanpa memerlukan air panas, dengan
cara ini daun teh diberi air dingin, kemudian dimasukkan ke kulkas
bagian bawah selama 3-4 jam. Dengan cara cold brewing, maka dalam
minuman teh yang dihasilkan, zat antioksidannya lebih terjaga. Jika
ingin menambah gula, dalam sehari harus dihitung semua gula terkonsumsi
sebanyak 2 sendok makan saja. Pada basis 2000 kalori untuk orang
rata-rata, 2 sendok makan gula sama dengan 28 gram kalori.
Jumat, 01 Agustus 2014
Ginastel, Dongeng Teh dari Solo
| Seduhan Teh Melati |
Mungkin dulu, pucuk-pucuk daun teh terbaik mengembara dan berjatuhan di Solo sehingga teh menjadi minuman yang sangat populer. Tiada pagi tanpa minum teh, tiada siang tanpa minum teh, tepatnya, tiada hari tanpa teh bagi warga Solo.
Teh Ginastel Favorit Semua
Teh yang diseduh warga Solo terkenal Ginastel alias legi-panas-kentel. Legi-panas-kentel ini muncul karena kebiasaan masyarakat di Subosukowonosraten atau Eks-Karisidenan Surakarta yang gemar mencampur beragam merek teh melati kemudian membuatnya sebagai biang untuk diseduh. Bahkan mayoritas teh yang disajikan dirumah penduduk, angkringan sampai catering menggunakan metode ini. Rasa yang muncul pun khas dan ngangenin.Jayèngan, Sang Ahli Meramu Teh
| Teh Melati Kering |
Konon, Jayengan merupakan salah satu budaya dari Kraton Surakarta yang ditiru oleh penduduk hingga sekarang. Jaman dahulu, Jayengan memasukkan teh oplosannya ke dalam kantung dari blacu atau kain katun untuk menghindari keribetan saat menyaring ampas. Tapi sekarang tak jarang mereka mengganti kain dengan plastik demi alasan kepraktisan. Para ahli meramu teh ini ternyata hanya berbekal dandang atau panci besar serta kantung teh hasil racikan rahasia untuk menyajikan teh terenak.
Teh Favorit Warga Solo
| Teh Blontea (sumber: tentangsolo.web.id) & Teh Sintren (sumber: baltyra.com ) |
Blontea, Teh Melati Asli Solo
Tradisi minum teh sudah lama menjamur di Indonesia, bahkan sebelum masyarakat menyukai kopi, minum teh sudah menjadi kebiasaan dalam sebuah perjamuan. Kali ini, teh yang akan kita kenalkan adalah Teh Asli Solo, yaitu Blontea.
Blontea adalah salah satu oleh-oleh khas Solo yang layak dicoba. Blontea adalah ramuan teh yang terdiri dari berbagai jenis teh yang kemudian dicampur dengan kadar masing-masing, agar bisa menghasilkan sebuah cita rasa teh yang harum dan kental ciri khas teh Solo. Adalah Blontank Poer yang memproduksi teh Blontea ini. Pria yang tiap hari suka motret dan ngetuit ini awalnya hanya sekadar coba-coba. Namun, ternyata respon dari publik luar biasa, jadilah ia menekuni bisnis teh yang kini telah terkenal di mana-mana.
Awalnya Blontea ini dinamakan TehPokil, yang dalam bahasa Jawa kata pokil berarti Curang. Terinspirasi dari tradisi ala Jayengan — pembuatan teh dengan cara mengoplos di kampung-kampung di Solo — Blontank Poer kemudian mencoba mengimplementasikan keahlian yang sudah ditekuninya sejak kecil dengan mengoplos teh dari berbagai jenis dan merk untuk menghasilkan teh yang dahsyat.
Uniknya, pada awal perkenalannya, Blontea ini dipasarkan lewat
Twitter yang kemudian dicoba oleh teman-temannya sendiri, dan ternyata
semua merasa cocok. Waktu terus berjalan dan nama Blontea mulai naik
daun. Sekarang ini, Blontea sudah menjadi menu minuman di seluruh outlet
Kopitiam Oey di seluruh Indonesia dengan nama Teh Blontang.
Blontea juga sudah terbang jauh ke benua Eropa dan telah dinikmati oleh
kawan yang bermukim di Manchester. Maka lantas ada yang bilang
“Blontea, terkenal sedjak ramai di Twitter”. Pengen mencoba Blontea? Monggo langsung mention ke Twitter @blontankpoer.
Blontea adalah salah satu oleh-oleh khas Solo yang layak dicoba. Blontea adalah ramuan teh yang terdiri dari berbagai jenis teh yang kemudian dicampur dengan kadar masing-masing, agar bisa menghasilkan sebuah cita rasa teh yang harum dan kental ciri khas teh Solo. Adalah Blontank Poer yang memproduksi teh Blontea ini. Pria yang tiap hari suka motret dan ngetuit ini awalnya hanya sekadar coba-coba. Namun, ternyata respon dari publik luar biasa, jadilah ia menekuni bisnis teh yang kini telah terkenal di mana-mana.
Awalnya Blontea ini dinamakan TehPokil, yang dalam bahasa Jawa kata pokil berarti Curang. Terinspirasi dari tradisi ala Jayengan — pembuatan teh dengan cara mengoplos di kampung-kampung di Solo — Blontank Poer kemudian mencoba mengimplementasikan keahlian yang sudah ditekuninya sejak kecil dengan mengoplos teh dari berbagai jenis dan merk untuk menghasilkan teh yang dahsyat.
| Kemasan Blontea untuk dijual di Kopitiam Oey |
Langganan:
Postingan (Atom)


